Wawancara & Analisis

Worm Stuxnet Disponsori Negara Barat?

Malware ini dianggap sebagai upaya untuk melumpuhkan reaktor nuklir Bushehr di Iran.

Senin, 27 September 2010, 16:50 WIB
Indra Darmawan
Papan penunjuk reaktor nuklir di Bushehr, Iran (AP Photo/Hasan Sarbakhshian)

 

VIVAnews - Software jahat (malicious software/ malware) bernama Stuxnet, akhir-akhir ini semakin menggila. Iran menjadi negara terparah yang terimbas oleh worm komputer ini. 

Seperti dikutip dari situs ComputerWorld, setidaknya, 30 ribu komputer di negara itu terinfeksi oleh Stuxnet. Bahkan, dikabarkan badan energi atom Iran sampai harus melakukan rapat serius untuk mendiskusikan langkah menghadapi malware ini.

Menurut firma keamanan komputer Symantec, saat awal penyebaran malware ini, hampir 60 persen dari semua komputer terinfeksi berasal dari Iran. Banyak yang berspekulasi, bahwa malware ini sengaja dibuat untuk melumpuhkan reaktor nuklir Bushehr milik Iran.

Reaktor yang terletak di wilayah barat daya Iran, itu selama ini menjadi salah satu hal satu penyebab tingginya tensi antara Iran dan Barat. Barat, termasuk AS, sangat percaya, bahwa bahan bakar dari reaktor itu bisa diproses menjadi plutonium tingkat tinggi dan digunakan untuk membangun beberapa senjata nuklir.

Stuxnet sendiri merupakan program yang sangat berbahaya. Worm ini mengincar komputer Windows yang menjalankan sistem kontrol industri skala-besar yang terdapat pada pabrik-pabrik dan instalasi lain.

Sistem kontrol itu adalah SCADA (supervisory control and data acquisition) yang digunakan pada instalasi pembangkit listrik, pabrik-pabrik, pemipaan minyak, dan instalasi militer.

Stuxnet disebut-sebut oleh pakar keamanan komputer sebagai malware yang paling rumit yang pernah ada. Ia memanfaatkan empat celah keamanan sekaligus di sistem Windows. Ini merupakan yang pertama kalinya, sebuah program yang secara simultan mengancam dari begitu banyak celah. 

"Melihat derajat tipe program yang ada, bisa kami katakan bahwa kode pemrograman ini sangat-sangat komplek. Pemrograman Ini hanya bisa dilakukan oleh misanynya sebuah negara, bukan seorang hacker yang bermain-main di rumah orang tuanya," ujar Eric Chien pakar keamanan komputer dari Symantec. 

Hal senada juga diungkapkan oleh perusahaan keamanan komputer asal Rusia, Kaspersky. Menurutnya, tujuan utama Stuxnet bukan untuk memata-matai sistem yang terinfeksi tetapi untuk melakukan sabotase. Ini mengindikasikan bahwa perkembangan Stuxnet didukung sebuah negara dengan dukungan biaya besar, tim penyerang dengan keahlian tinggi, pengetahuan teknologi SCADA yang baik, serta data intelijen yang kuat. 

“Program jahat ini tidak dirancang untuk mencuri uang, mengirimkan spam, atau mengambil data pribadi. Tapi jenis malware ini dirancang untuk menyabotase gedung-gedung, untuk merusak sistem industri,” kata Co-founder dan Chief Executive Officer of Kaspersky Lab Eugene kaspersky, dalam rilis resmi yang diterima VIVAnews.

Lebih jauh, Kaspersky percaya Stuxnet adalah prototipe senjata dunia maya. “Saya khawatir ini adalah awal dari dunia baru. Tahun 90-an adalah dekade vandalisme cyber, tahun 2000-an adalah dekade penjahat dunia maya. Sekarang kita memasuki dunia yang benar-benar baru, yakni era perang dunia maya dan terorisme dunia maya,” ujar Kaspersky. 


 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
pens ahmadinejad
14/07/2011
wah aku dukung iran nih moga teknologi iran semakin maju... amerika sebenarnya kurang terbuka dalam bersaing...itu bukti amerika bermental tikus...
Balas   • Laporkan
rakyat indonesia
31/01/2011
ayo teman-teman hacker indonesia sama-sama serang sistem gedung putih dan konco-konconya. Buktikan kita sebagai orang Islam juga bisa jihad lewat dunia maya. Jangan kalian simpan dan senang-senang sendiri ilmu hacking kalian...
Balas   • Laporkan
saiful20000
17/01/2011
jadiin study aja tuh stuxnet...ntar klo dh bisa kirim balik ke israel & amerika...
Balas   • Laporkan
Fanta
30/09/2010
Hacker barat cari masalah. Belum tahu mereka kekuatan hacker2 dari Asia khususnya dari Iran. Sekali serang, gedung putihpun modar...
Balas   • Laporkan
chambits | 22/11/2010 | Laporkan
ah........ orang asian kali yang bikin....
Blazebhoul
28/09/2010
Semoga dngan adanya peperangan ini dapat mengurangi jumlah nyawa yang terbunuh. Karena memangdaris egi keuntungan semakin cangging suatu Firmware sistem informasid dan industialisasi sebuah negara. Maka akan semakin banyak pula ketergantungannya pada ????
Balas   • Laporkan
fortune
28/09/2010
br arti negara barat takut sma negara iran.. alhasil... bleh di bilang negara sprti iran, arab saudi, irak, dll serius dalam hal perang, bkan perang sja yg mereka kirim.. melainkan neraka dunia... jd jgn mcam2 dgn negara mereka....
Balas   • Laporkan
yuen_bee
28/09/2010
kapan temen-temen Indonesia bisa bikinb yang kaya gitu ya...
Balas   • Laporkan
werlington
27/09/2010
iran sih nyantai aja...lantaran mereka tuh blm action.stuxnet ngetes sejauh mana cyber iran.kalo para hacker mah pasti pada tau kaya gimana power iran.kalo iran niat nih, cyber zionis bisa lumpuh dalam sekali atack !!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ